Senin, Maret 21

Ketahui Faktor Penentu yang Membedakan Gemuk dan Obesitas

Selama ini orang selalu menyamakan kondisi gemuk yang dialami dengan obesitas. Padahal, kedua hal ini sebenarnya berbeda dan bisa diketahui dengan parameter tertentu. AGEN DOMINO

Dokter spesialis kedokteran olahraga Sophia Hage mengungkapkan bahwa saat ini penentuan terkait obesitas tidak hanya dilihat dari satu aspek seperti body mass index (BMI). Jika dulu, seseorang dapat dikatakan kelebihan berat badan jika memiliki BMI di atas 22,9. Serta, dapat dikatakan obesitas apabila BMI-nya berada di atas 25.

Namun, kini paradigma terkait obesitas ternyata telah mengalami perubahan. Faktor penentu obesitas tak hanya dilihat dari BMI seperti dahulu kala.

"Muncul parameter kedua yang namanya komposisi tubuh atau persentase lemak dan massa otot. Di sini baru dilihat bagaimana komposisi lemak dan otot didalam tubuh seseorang," ujar Sophia dalam siaran langsung bersama Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

Standar persentase lemak dan otot inilah yang nantinya ikut menjadi penentu apakah seseorang mengalami obesitas atau tidak. Kedua standar inipun akan berbeda bagi tiap kelompok usia.

Terlebih untuk wanita, yang dianggap membutuhkan persentase lemak lebih tinggi. Persentase lemak yang lebih tinggi pada wanita berfungsi untuk membuat siklus menstruasi berjalan dengan sehat.

"Jadi kalau kita mau bilang seseorang obesitas, sekarang sudah tidak sesederhana lihat berat badan. Tapi harus diukur persentase lemak, usia, dan jenis kelaminnnya," kata Sophia. AGEN DOMINO

Cara Mengecek Obesitas

Menurut Sophia, untuk mengecek apakah seseorang mengalami obesitas sebenarnya dapat dilakukan oleh dokter manapun yang memiliki kemampuan untuk menghitung parameter tersebut.

"Karena hitung-hitungan itu dapat dilakukan oleh dokter umum maupun dokter spesialis. Tentunya kalau ingin menghindari atau mau tahu lebih detail lagi, sebaiknya memang pergi (ke dokter) sesuai dengan peminatan," ujar Sophia.

Sebagai contoh, untuk memperbaiki gaya hidup dari pola makan, aktivitas fisik, hingga olahraga, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gizi maupun dokter spesialis kedokteran olahraga. Hal ini bisa membuat kamu menjadi lebih mudah untuk mencapai tujuan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar