Pada anak, terjadinya batuk pilek merupakan sebuah hal yang biasa. Walau begitu, pada saat anak mengalami kondisi ini di tengah meningkatnya kasus COVID-19 gelombang Omicron, maka orangtua pasti merasa was-was. AGEN DOMINO
Untuk memastikan kondisi COVID-19, penting untuk melakukan tes PCR. Bila anak sering bepergian keluar rumah seperti sekolah atau main bersama tetangga, serta di rumah ada orang yang memiliki risiko besar bila terpapar COVID-19 sebaiknya segera swab.
"Dalam situasi pandemi, apalagi anak banyak berinteraksi dengan banyak orang, termasuk ada orang berisiko tinggi (lansia, punya komorbid, dan belum divaksinasi) bila batuk pilek maka harus tes PCR," kata Anggota Satgas COVID-19 UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani beberapa waktu lalu.
Ada banyak pemicu seseorang alami batuk pilek yang merupakan respons tubuh yang muncul bila ada bakteri dan virus yang menyebabkan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Maka dari itu, penegakkan diagnosis diperlukan juga karena spektrum gejala COVID-19 varian Omicron bervariasi dari yang bergejala sampai yang alami sesak napas karena radang paru akut.
Lakukan Isolasi Mandiri Bila Tidak Swab
Walau begitu, ada kemungkinan bahwa anak enggan melakukan swab PCR ketika tengah batuk pilek. Orangtua kadang tidak tega untuk memaksa buah hati mereka melakukan swab. AGEN DOMINO
Bila anak tidak jalani swab PCR serta sebelum batuk pilek anak sekolah atau bermain dengan tetangga-tetangga serta di rumah ada orang yang berisiko maka lebih baik anak menjalani isolasi mandiri agar tidak membahayakan orang yang berisiko tinggi di rumah seperti kakek atau nenek yang sudah punya riwayat diabetes.
"Kalau tidak mau periksa, isolasi diri agar tidak membahayakan yang lain apalagi ada yang berisiko tinggi," kata Nasititi.
Walau hanya gejala ringan seperti batuk pilek, namun anak perlu untuk melakukan isolasi diri. Pasalnya, anak tetap bisa menularkan ke orang lain yang ada di dalam rumah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar