Jumat, Januari 21

4 Cara Bantu Orangtua Tepis Keraguan Terkait Vaksinasi COVID-19 pada Anak

Program vaksinasi COVID-19 untuk anak 6-11 tahun telah berjalan beberapa waktu ini. Diharapkan pemberian vaksinasi ini bisa membuat anak menjadi terlindungi COVID-19 dan kekebalan pada masyarakat menjadi meningkat. AGEN DOMINO

Sayangnya, pada sejumlah orangtua, masih terdapat keraguan terkait pemberian vaksinasi COVID-19 pada buah hati mereka. Adanya keraguan ini menyebabkan pemberian vaksinasi tidak berjalan secara maksimal.

“Hadirnya vaksin COVID-19 pada anak justru merupakan kabar baik, karena dengan mendapatkan vaksin akan memperkecil kemungkinan sakit bila terpapar virus ini,” ujar dokter spesialis anak A.A Made Wijaya Kusuma.

Dokter yang kini bertugas di RS. Kasih Ibu Saba dan Denpasar ini memberikan tips agar orangtua tak perlu ragu mengantarkan anak mengikuti program vaksinasi COVID-19. Berikut sejumlah tips untuk menghilangkan keraguan terkait vaksinasi COVID-19 pada anak.

1. Yakin COVID-19 Benar-benar Ada

Pandemi COVID-19 itu masih berlangsung dan virus SARS-CoV-2 masih ada di sekitar. Sudah banyak bukti dampak kesakitan dan kematian dari virus ini. Apalagi kini sudah ada varian Omicron terdeteksi di Indonesia. Maka sebagai orangtua perlu melakukan berbagai cara untuk melindungi diri dan anak-anak dari paparan virus.

2. Tidak perlu khawatir berlebih dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

KIPI merupakan respons tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan. Reaksi umum yang terjadi seperti demam, pegal, nyeri, bengkak, mual dan muntah.

Reaksi ini umumnya akan hilang dalam 1-2 hari pasca vaksinasi, baik dengan ataupun tanpa obat seperti disampaikan Made Wijaya. AGEN DOMINO

3. Konsultasikan dengan Dokter

Jika orangtua masih ragu terkait riwayat sakit anak sebelumnya, lakukan konsultasi pada dokter anak yang merawat. Anak-anak dengan kondisi tertentu seperti penderita penyakit kronis, sedang mengonsumsi obat imunosupresan, atau ada riwayat menderita COVID-19 sebelumnya, perlu melakukan konsultasi dan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum vaksinasi dilakukan.

4. Vaksinasi Tidak Mengganggu Haid pada Anak

Rata-rata anak peremuan sudah mendapatkan haid pertamanya di usia 10 – 11 tahun.

“Sejauh ini dari penelitian yang terpublikasi menyatakan hampir tidak ada pengaruh signifikan ya terhadap menstruasi. Kalau pun ada disebutkan hanya bersifat sementara (temporary). Jadi tidak perlu khawatir ya,” tandasnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar